thoriq
Kondisi kabin dipaksakan menjadi sangat padat karena lorong tengah yang semestinya menjadi akses menuju toilet justru digunakan untuk menampung penumpang tambahan meskipun kapasitas kursi sudah penuh, sehingga untuk menggunakan toilet saja harus menunggu bus berhenti di tempat istirahat. Minimnya informasi membuat fasilitas makan gratis menjadi tidak jelas lokasinya, ditambah kondisi selimut yang diberikan sudah terlihat usang tanpa kemasan rapi, serta bantalan kursi yang lepas menyebabkan posisi duduk terus bergeser maju mundur sehingga memicu rasa kecewa yang mendalam atas buruknya fasilitas tersebut.


