Rusdi Hamka Lubis
Saya menulis ulasan ini sebagai evaluasi objektif agar manajemen Bus Tiara Mas bisa segera melakukan pembenahan total demi keselamatan dan kenyamanan penumpang di masa mendatang. Pengalaman perjalanan rute Surabaya ke Mataram kemarin terasa sangat mengecewakan karena sudah diwarnai keterlambatan sejak awal. Waktu keberangkatan awal mengalami delay selama 1 jam dari jadwal yang ditentukan, dan situasi diperparah dengan kondisi fasilitas AC di dalam kabin bus yang sama sekali tidak dingin sehingga membuat seluruh penumpang merasa gerah sepanjang jalan. Ketidaknyamanan tersebut berlanjut pada efisiensi waktu perjalanan yang sangat buruk saat transit. Ketika memasuki waktu rehat makan siang di Terminal Purabaya Bungurasih Surabaya, bus berhenti dalam durasi yang sangat tidak wajar. Kami dipaksa menunggu dan tertahan di terminal selama 5 jam, terhitung dari jam 11.00 siang hingga jam 04.00 sore, hanya untuk menunggu armada diberangkatkan kembali. Waktu tunggu yang terlalu lama ini tentu sangat membuang waktu dan melelahkan bagi para penumpang yang mengejar estimasi tiba di tempat tujuan. Hal yang paling fatal dan mengerikan dari perjalanan ini adalah pengabaian terhadap standar keselamatan penumpang. Rute jarak jauh dari Surabaya menuju Mataram hanya mengandalkan sopir tunggal tanpa cadangan. Akibatnya, sopir mengalami kelelahan hebat hingga sempat berhenti tidur di depan pom bensin. Karena kondisi fisik yang dipaksakan, sopir juga sempat mengalami micro sleep di jalan yang membuat bus oleng terpinggir membuang ban. Kejadian ini sangat mengkhawatirkan dan mempertaruhkan nyawa seluruh penumpang di dalamnya. Selain masalah kelalaian manusia, performa armada bus juga tampak tidak layak jalan karena mengalami beberapa kali gangguan teknis yang berulang. Slot Charger di kabin penumpang tidak aktif, sehingga penumpang harus menitip gadget ke kru di ruang kabin driver. Di tengah jalan tol arah Surabaya ke Banyuwangi, bus sempat rusak akibat kehabisan air radiator, dan menjelang sampai di Terminal Mandalika Bertais, mesin bus kembali bermasalah hingga mati total beberapa kali. Alhamdulillah, kami semua masih diberikan keselamatan hingga sampai di tujuan. Saya berharap pihak Tiara Mas segera mengevaluasi sistem operasionalnya, terutama wajib menerapkan aturan sopir ganda untuk rute jauh serta memperketat perawatan rutin armada busnya.

